Tampilkan postingan dengan label Pemahaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemahaman. Tampilkan semua postingan

6.18.2010

Pengertian Hidup Menurut Pandangan Islam

Dalam surah 67 (Al Mulk), ayat 1dan 2 : Maha suci Allah yang ditangan-Nyalah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan MATI dan HIDUP, supaya Dia menguji kamu siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun).

Dari ayat tersebut dapat ditarik pengertian bahwa “MATI” dan “HIDUP” adalah makhluk/ciptaan Allah juga.

DUA KALI MATI DAN DUA KALI HIDUP

3.15.2010

Apa Hukum Memastikan Seseorang Itu Akan Masuk Surga atau Neraka?

Kaidah dalam Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah bahwa kesaksian seseorang itu akan masuk surga atau neraka merupakan perkara akidah, yang harus didasarkan kepada dalil-dalil kitab maupun sunnah, tidak boleh hanya berdasarkan akal saja. Apabila syara’ –yaitu Al-Kitab dan As Sunah – telah memastikan masuknya seseorang ke dalam surga atau neraka, maka kita wajib memastikannya pula. Karena itu kita berharap agar perbuatan baik akan mendapatkan surga, dan mengkhawatirkan perbuatan jahat akan mendapat neraka. Dan hanya Allah lah yang tahu akhir segala sesuatu. Persaksian tentang masuknya seseorang ke dalam surga atau neraka terbagi menjadi dua :
Pertama, persaksian secara umum. Persaksian ini berhubungan dengan kriteria tertentu, seperti mengucapkan, “Barangsiapa berbuat syirik besar, maka ia telah kafir dan telah keluar dari agama, dan akan masuk neraka.” Seperti pula ucapan, “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan keimanan dan pengharapan pahalanya, niscaya akan diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lampau.” Atau, “Haji mabrur tidak ada pahala lain kecuali surga.” Demikian seterusnya, dan hal-hal semacam ini banyak kita dapati di dalam Al-Qur'an maupun Al-Hadits.

3.04.2010

IHSAN

Ihsan adalah puncak ibadah dan akhlak yang senantiasa menjadi target seluruh hamba Allah swt. Sebab, ihsan menjadikan kita sosok yang mendapatkan kemuliaan dari-Nya. Sebaliknya, seorang hamba yang tidak mampu mencapai target ini akan kehilangan kesempatan yang sangat mahal untuk menduduki posisi terhormat di mata Allah swt. Rasulullah saw. pun sangat menaruh perhatian akan hal ini, sehingga seluruh ajaran-ajarannya mengarah kepada satu hal, yaitu mencapai ibadah yang sempurna dan akhlak yang mulia.
Oleh karenanya, seorang muslim hendaknya tidak memandang ihsan itu hanya sebatas akhlak yang utama saja, melainkan harus dipandang sebagai bagian dari akidah dan bagian terbesar dari keislamannya. Karena, Islam dibangun di atas tiga landasan utama, yaitu iman, Islam, dan ihsan, seperti yang telah diterangkan oleh Rasulullah saw. dalam haditsnya yang shahih. Hadist ini menceritakan saat Raulullah saw. menjawab pertanyaan Malaikat Jibril —yang menyamar sebagai seorang manusia— mengenai Islam, iman, dan ihsan. Setelah Jibril pergi, Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya, “Inilah Jibril yang datang mengajarkan kepada kalian urusan agama kalian.” Beliau menyebut ketiga hal di atas sebagai agama, dan bahkan Allah swt. memerintahkan untuk berbuat ihsan pada banyak tempat dalam Al-Qur`an.
“Dan berbuat baiklah kalian, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195)