Kita melihat banyak orang rela berdesak-desakan di terminal, stasiun, bandara, atau bagi saudara kita yang menggunakan kendaraan mobil, sepeda motor bahkan ada yang menggunakan sepeda ontel (tadi pagi ada informasi dari salah satu televisi swasta pemudik yang menggunakan sepeda ontel yang bertujuan ke jawa barat dan yogyakarta tepatnya ke wonosari-gunungkidul) mereka rela bermotor-motoran bahkan berontel-ontelan jarak jauh, dengan mengeluarkan banyak uang dan tenaga untuk mensukseskan aktifitas pulang kampung. Sungguh hambar jika hanya dilakukan karena sekadar adat dan ikut-ikutan, apalagi karena hanya ingin nostalgia wisata kuliner khas pedesaan. Begitu pula jika dilakukan untuk pamer kesuksesan dan kesombongan, jumlah harta dan jumlah anak istri.
