2.19.2010

Shalat Dhuha Rasulullah SAW.

Matahari telah meninggi, terik cahayanya pun mulai menyengat. Jilatan panasnya seakan membakar wajah. Waktu dhuha telah tiba. Waktu untuk bekerja dan menunaikan kebutuhan. Meskipun beban risalah begitu berat seperti, menjamu duta-duta yang datang berkunjung, memberikan ta’lim (pengarahan) kepada para sahabat Radhiallaahu anhum serta menunaikan hak keluarga, namun beliau tidak pernah lupa beribadah kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala.

Mu’adzah berkata: “Aku bertanya kepada ‘Aisyah Radhiallaahu anha: “Apakah Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam sering mengerjakan shalat Dhuha?” ia menjawab: “Tentu, beliau sering mengerjakan shalat Dhuha empat rakaat bahkan lebih dari itu seluang waktu yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala ” (HR. Muslim).

Bahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam juga mewasiatkan hal itu. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata: Kekasihku (Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam) telah mewasiatkan kepadaku agar berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, agar mengerjakan shalat Dhuha dan agar aku mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (Muttafaq ‘alaih).

Rumah yang tegak di atas pilar-pilar keimanan, penuh dengan ibadah dan dzikir, itulah rumah idaman. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam mewasiatkan agar rumah kita seperti itu. Beliau Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Lakukanlah beberapa shalat-shalat sunnah di rumahmu. Jangan jadikan rumahmu bagaikan kuburan.” (HR. Al-Bukhari).

Ibnul Qayyim –rahimahullah- berkata: “Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam mengerjakan seluruh shalat-shalat sunnat di rumah. Demikian pula shalat sunnah yang tidak berkaitan dengan tempat tertentu, beliau lebih suka mengerjakannya di rumah. Terutama shalat sunnat ba’diyah Maghrib, tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau pernah mengerjakannya di masjid. Ada beberapa faidah mengerjakan shalat sunnah di rumah, di antaranya:
- Meneladani sunnah Rasulullah.
- Mengajarkan tata cara shalat kepada istri dan anak-anak.
- Mengusir setan-setan dari rumah disebabkan dzikir dan tilawah Al-Quran.
- Lebih membantu dalam mencapai ibadah yang ikhlas dan jauh dari penyakit riya’. [alsofwah.or.id]

Tidak ada komentar: