12.13.2009

Rasulullah SAW. Selalu Membela Kehormatan Orang Lain

Beliau selalu mengoreksi orang yang keliru, meluruskan kesalahan orang yang jahil, memperingatkan orang yang lalai, sama sekali tidak di dapatkan dalam majelis beliau kecuali kebaikan-kebaikan. Hal itu adalah salah satu bukti kesucian majelis dan ketulusan hati beliau.

Beliau selalu menyimak dengan baik dan mendengarkan dengan seksama orang yang berbicara kepadanya. Akan tetapi beliau tidak mau mendengarkan ghibah (gunjingan) dan tidak rela mendengarkan namimah (hasutan) dan buhtan (tuduhan palsu dan ucapan bohong). Beliau selalu membela kehormatan orang lain.

Dari 'Itban bin Malik ia berkata: "Pada sebuah kunjungan, beliau mengerjakan shalat di rumah kami. Seusai shalat beliau bertanya: "Di mana gerangan Malik bin Ad-Dukhsyum?"
Ada seseorang yang menyahut: "Dia adalah seorang munafik, dia tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya!"
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam segera menegur seraya berkata: "Jangan ucapkan demikian, bukankah kamu mengetahui dia telah mengucapkan kalimat syahadat Laa ilaaha illallaahu semata-mata mengharapkan pahala melihat wajah Allah."
Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas neraka setiap orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaahu semata-mata mengharapkan pahala melihat wajah Allah! Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas Neraka setiap orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallaahu semata-mata mengharapkan pahala melihat wajah Allah! (Muttafaq 'alaih).

Beliau sangat memperingatkan dari persaksian palsu dan perampasan hak!

Dari Abu Bakar ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Inginkah aku kabarkan kepadamu tentang dosa-dosa yang paling besar?"
Kami menjawab: "Tentu saja wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam!"
Beliau berkata: "Mempersekutukan Allah, mendurhakai kedua orang tua, lalu beliau bangkit dari sandarannya sambil berkata: "Ketahuilah, berikutnya adalah persaksian palsu!" beliau terus mengulangi ucapan itu sehingga kami berharap beliau menghentikannya." (Muttafaq 'alaih).

Meskipun beliau mencintai 'Aisyah, beliau tetap menyanggah ghibah yang diucapkan istri beliau tercinta itu. beliau jelaskan kepadanya betapa besar bahaya ghibah.

'Aisyahradhiyallahu 'anha pernah berkata: "Cukuplah bagimu tentang kekurangan Shafiyyahradhiyallahu 'anhabahwa dia begini dan begini."
Perawi menjelaskan: Yaitu pendek tubuhnya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam langsung menegur: "Engkau telah mengucapkan sebuah kalimat yang seandainya dicampur dengan air lautan niscaya akan mengotorinya." (HR. Abu Daud).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memberikan kabar gembira bagi orang yang membela kehormatan saudaranya (seagama). Beliau bersabda: "Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya dari perkataan ghibah, niscaya Allah akan membebaskannya dari api Neraka." (HR. Ahmad). [alsofwah.or.id]

Tidak ada komentar: